Oleh-Oleh Dari Ibu

Cimg5297

Hampir lupa saya hari ini untuk membuat catatan diblog saya.. tapi Alhamdu'lillah saya cukup senang hari ini karena sore tadi sekitar jam 5, ibu saya baru saja pulang dari Trenggalek.. dan ini salah satu oleh-oleh yang ibu saya bawa.. ayam kampung bakar…hehe


Aset Bangsa Yang Terkikis

Cimg5276

Ini adalah hiasan dinding wayang kulit milik bapak saya, yang sore tadi baru saja beres di perbaiki karena cat-catnya sudah banyak yang terkelupas, maklum saja sudah hamper 15 tahun, ya…wayang kulit, salah satu aset budaya bangsa yang saat ini mulai terpinggir dan terkikis oleh budaya asing..


Di Bawah Langit-Mu

Pos

Di bawah langit-Mu bersujud semua, memuji memuja asma-Mu, dan bertasbih semua mahluk-Mu tunduk, berharap cinta dan kasih-Mu. Opick, Di bawah langit-Mu..., tiba-tiba saya teringat lagu itu saat saya mengabil objek ini dengan kamera saya…

Sebuah gambar yang saya ambil pada saat saya di Bandung, tepatnya di Tangkuban Perahu. Ya…gambar langit, gambar yang amat sangat sederhana..., tapi bagi saya gambar ini memproyeksikan bagaimana luasnya kekuasaan Allah yang Maha Besar…


Ya…dunia yang begitu luas… yang tak hanya satu arah untuk menuju ke kehidupan yang saya impikan… Subhana'Allah..

Batu Bata Pertama

Blog

Kebetulan tadi siang bapak saya baru pulang dari luar kota, ternyata ia sekalian membawa sebuah foto hasil cetakan yang di ambil pada saat lebaran kemarin, sebuah foto keluarga besar saya, ya…keluarga, keluarga adalah segalanya bagi saya.., mereka yang mencetak dan membentuk prilaku dan sikap awal saya, lingkungtan pertama yang menentukan norma dan prilaku saya…

 

Ya…disitu lah batu bata pertama saya…, keluarga.

Kupu - Kupu

Cimg5229

Tadi jam 2 pagi, saya lihat seekor kupu-kupu putih mampir masuk ke dalam kamar, ini pasti gara-gara jendela kamar yang dibuka, sehingga kupu-kupu itu dapat masuk ke dalam kamar, lalu kupu-kupu itu terbang merendah dan diam di atas lantai kamar saya. Diam tak bergeming, seolah enggan untuk kembali terbang serta enggan untuk berpisah.., sayangnya kupu-kupu tersebut terburu terbang saat saya bergerak akan mengambil kamera.., akhirnya saya mengambil lantai tempat kupu-kupu itu berpijak, ya…berada lantai, tepat ditengah dari gambar yang saya ambil…


Membingungkan mengapa jam 2 pagi ada kupu-kupu.., apa mungkin sang kupu-kupu, dengan izin-Nya ingin menjenguk saya dan mengucapkan selamat jalan untuk saya, ya...seekor kupu-kupu ingin menemani saya mungkin di saat terakhir saya. Saat terkhir dengan teman-teman saya, dengan keluarga saya, dengan orang-orang yang saya sayangi, …yang mungkin ketika saya atau mereka kembali lagi ke sini tak saya jumpai lagi wajah mereka atau tak lagi mereka melihat wajah saya lagi.., ya...hanya Allah yang tau…

Teknologi Tercanggih

Pos

Hari ini saya libur, ya…hari kosong tak ada aktivitas letih yang menyita waktu seperti hari-hari biasanya, letih dan menyita waktu dalam pandangan sayahehe, sambil bersantai mendengarkan musik, saya coba melihat hidup ini, hari ke hari, detik ke detik, apalagi kalau bukan limpahan rizki dan nikmat dari Allah. Padahal pada detik-detik itu justru saya sebagai manusia suka lupa dengan kewajiban saya...


Sambil memandangi radio tape.., sebuah radio tape tua yang ada dikamar saya, yang terkadang suka rewel walau pun sudah saya perbaiki…hehe,  saat melihat sistem rangkaian kelistrikan di dalam radio tape tersebut…, ya  saya tiba-tiba terbersit melihat tubuh saya.., ribuan sel sedang aktif  bergerak, berkerja tanpa kenal lelah, untuk menyokong tubuh saya. Ya...ribuan sel…!!! dan mereka tidak bekerja dengan mudah, melainkan dengan sangat amat rumit, saya yakin di mana pun belum ada teknologi tercanggih saat ini yang mampu menandingi kerumitannya.



Bersyukur…ya memang hanya syukur pada Allah yang dibutuhkan…

Sayur Rebung Amanah Ibu

Untitled-1

Tadi siang kurang lebih jam 11.00 ibu saya berangkat ke Trenggalek salah satu desa kecil yang ada di Jawa Timur untuk menghadiri 100 hari adik dari ibu saya yang meninggal akibat serangan jantung selama 2 minggu, sebelum berangkat ibu saya memberi amanah kepada saya untuk menjaga membereskan, mengunci pintu rumah jika pergi dan akan tidur. Sebelum berangkat ibu saya memasak sayur rebung, karena mengejar jam keberangkatan ibu mengamanahkan sayur rebung yang direbusnya kepada saya untuk diangkat jika sudah mateng…, pendek cerita saya mencium bau gosong dari arah dapur…, entah apa yang ada dipikiran saya, hingga saya bisa lupa dengan sayur rebung amanah ibu saya dan akhirnya sayur rebung yang sedang direbus itu pun kering.., lalu saya mencoba menambahkan air kembali kedalam sayur rebung tersebut kemudian saya rebus kembali...Alhamdu'lillah ternyata bisa..

Ya…kecerobohan saya itu seolah menjadi teguran untuk saya.., agar tidak ceroboh menjaga rumah.., ya teguran dari Allah kepada umatnya agar lebih berhati-hati.., Allah maha adil yang langsung menegur umatnya ketika alpa..

Dengan kejadian itu tiba-tiba saya teringat tentang kisah Nabi Yunus yang ditegur Allah melalui dimasukannya Nabi Yunus kedalam perut ikan paus karena meninggalkan umatnya, tegurannya begitu berat sampai-sampai seluruh kulit nabi Yunus terkelupas dan hanya tinggal seonggok daging ketika terdampar dipinggir pulau setelah dimuntahkan oleh ikan paus.



Ya…hikmah… ada sebuah hikmah dibalik peristiwa…InsyaAllah saya tidak mengulanginya...

Lentera

Cimg5152

Semalam sekitar pukul 12.30 ketika sedang asik menghabiskan malam panjang dirumah setelah lelah beraktifitas dengan memaksa mata untuk menatap televisi, tiba-tiba suasana dikejutkan dengan padamnya listrik, benar-benar gelapremang-remang pudar pun tidak, saya masih terduduk dengan menggenggam seonggok remote televisi dan sekilas langsung terbersit pikirkan “apakah seperti ini rasanya di alam kubur yang sepi, sunyi, gelap tidak ada yang menemani, apakah di alam kubur hanya duduk termenung menyesali dosa, atau seperti apa?” dan saya berpikir bener juga surat Al Ashr “Demi Masa…Sesungguhnya Manusia Kerugian..” Sudah seharusnya saya mempersiapkan, karena tak tau hidup ini sampai kapan? kalau bukan kematian yang sudah pasti kedatangannya dan tak tentu waktunya.

Duduk berdiam saja dikegelapan gak selamanya saya bisa betah, saya cari senter dekat rak televisi dan saya mencari lentera yang selama ini biasa saya nyalakan ketika listrik padam, Selama ini setiap padam listrik sayalah yang selalu sibuk mencari lentera itu, mungkin dan sepertinya karena saya yang tidur paling larut malam.

Ya.. inilah lentera yang selama ini saya sulut ketika listrik padam, kenapa harus lentera itu? Saya memilih lentera itu karena secara teknis lilin yang menggunakan casing dengan lilin yang tidak menggunakan casing jelas berbeda, dengan casing sang lilin dapat menyala dan bertahan cukup lama karena sistem ventilasi pada lentera, beda halnya jika lilin berdiri sendiri tanpa casing, api nya mudah terkoyak angin yang dengan sedikit hembusan seketika bisa padam, dari segi keamanan lilin yang menggunakan casing atau lentera jauh lebih aman, ya... mungkin seperti halnya singa dalam sangkar mengaum-aum dibanding dengan singa yang mengaum-aum diluar sangkar, ya... itulah Api yang kecil menjadi kawan, besar menjadi lawan…hehe.

Alasan lain mengapa harus lentera mungkin karena ketika listrik padam kegiatan saya cuma memperhatikan gerakan api dalam lentera yang seakan memberikan ketenangan dan melihat keindahan cahaya yang berpencar disekitar lentera itu seperti melihat harapan, apalagi dengan suasana yang sangat mendukung seperti dingin, sunyi, senyap, semakin syahdu menatap romantis sebuah lentera. Tapi gak tau kenapa setiap saya liat lentera ini saat listrik padam saya selalu inget Ayat Allah surat An Nuur :

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

Ya… saya akui Allah memang pujangga Maha Hebat, kata perkata memberikan kesejukan dihati. “Cahaya di atas Cahaya…”disitu saya merasakan titik kulminasi dari sebuah esensi Allah yang Maha Besar…,

 

Dear lentera, teruslah terang, teruslah menghangatkan, genggam kuat harapan, untuk gapai masa depan.